Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh

Gambar
  Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh: Awal Penentuan Jalan Hidup Setiap manusia akan sampai pada satu fase penting dalam hidupnya, yaitu masa akil baligh. Dalam Islam, fase ini bukan sekadar perubahan usia atau perubahan fisik, melainkan titik awal dimulainya tanggung jawab seorang hamba di hadapan Allah. Ketika seorang anak memasuki usia baligh, maka sejak saat itu: amalnya mulai dicatat secara penuh, kewajiban syariat mulai dibebankan, dan dirinya mulai dimintai pertanggungjawaban atas pilihan hidupnya. Inilah awal perjalanan sadar seorang manusia: apakah ia akan berjalan menuju ridha Allah atau justru mengikuti hawa nafsunya sendiri. Makna Akil Baligh dalam Islam Akil baligh bukan hanya berarti dewasa secara biologis. Islam memandangnya sebagai: matangnya akal, dimulainya tanggung jawab, dan kesiapan menerima amanah kehidupan. Seorang muslim yang telah baligh tidak lagi hidup hanya mengikuti lingkungan atau kebiasaan. Ia harus mulai menentukan: siapa Tuh...

Camptv

Dua Jalan Kehiduoan Manusia

 


Dua Jalan Kehidupan: Jalan Islam dan Jalan Kesesatan

Pendahuluan

Setiap manusia yang lahir ke dunia akan menghadapi pilihan yang sama. Pilihan itu bukan tentang kaya atau miskin, terkenal atau tidak, melainkan tentang jalan hidup yang akan ditempuh.

Allah menjelaskan bahwa manusia telah ditunjukkan dua jalan:

"Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan."

(QS. Al-Balad: 10)

Dua jalan itu adalah:

  • jalan petunjuk (hidayah),
  • dan jalan kesesatan.

Tidak ada jalan ketiga.

Karena itu seluruh kehidupan manusia pada hakikatnya adalah perjalanan memilih salah satu dari dua jalan tersebut.


Jalan Kanan: Jalan Islam

Jalan Islam adalah jalan yang dibangun di atas:

1. Tauhid

Yaitu mengesakan Allah dalam:

  • ibadah,
  • doa,
  • cinta,
  • takut,
  • harapan,
  • dan ketaatan.

Allah berfirman:

"Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa."

(QS. Al-Ikhlas: 1)

Tauhid adalah pondasi seluruh agama.

berkata:

"Awal agama adalah syahadat dan akhir agama adalah tauhid."

(Rujukan: Majmu' Al-Fatawa)


2. Mengikuti Rasulullah ﷺ

Islam bukan hanya mengakui Allah sebagai Tuhan, tetapi juga mengikuti Rasul-Nya.

Allah berfirman:

"Jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu."

(QS. Ali Imran: 31)

Karena itu seluruh ibadah harus sesuai tuntunan Nabi ﷺ.

berkata:

"Barang siapa membuat perkara baru dalam agama ini yang bukan darinya, maka ia telah menuduh Rasul mengkhianati risalah."

(Rujukan: Al-I'tisham karya Asy-Syathibi)


3. Menegakkan Shalat

Allah berfirman:

"Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."

(QS. Al-Ankabut: 45)

Shalat merupakan tiang agama.

Sabda Nabi ﷺ:

"Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat."

(HR. Tirmidzi)


4. Berpegang Teguh kepada Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus."

(QS. Al-Isra: 9)

Al-Qur'an adalah:

  • pedoman hidup,
  • petunjuk,
  • pembeda antara hak dan batil.

5. Berakhlak Mulia

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat ihsan."

(QS. An-Nahl: 90)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

(HR. Ahmad)


Akhir Jalan Islam

Allah berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

(QS. Al-Buruj: 11)

Inilah tujuan akhir jalan Islam:

  • ridha Allah,
  • ampunan Allah,
  • surga Allah.

Jalan Kiri: Jalan Kesesatan

Jalan kesesatan adalah jalan yang menyimpang dari petunjuk Allah dan Rasul-Nya.


1. Syirik

Dosa terbesar dalam Islam.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik."

(QS. An-Nisa: 48)

meriwayatkan:

Aku bertanya kepada Nabi ﷺ, "Dosa apa yang paling besar?"

Beliau menjawab:

"Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia yang menciptakanmu."

(HR. Bukhari dan Muslim)


2. Mengikuti Hawa Nafsu

Allah berfirman:

"Pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?"

(QS. Al-Jatsiyah: 23)

Banyak manusia tidak menyembah berhala, tetapi menyembah keinginan dirinya sendiri.


3. Meninggalkan Petunjuk Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Dan Rasul berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang ditinggalkan."

(QS. Al-Furqan: 30)


4. Tenggelam dalam Dunia

Allah berfirman:

"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau."

(QS. Al-Hadid: 20)

Dunia bukan tujuan, melainkan sarana menuju akhirat.


Akhir Jalan Kesesatan

Allah berfirman:

"Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka penghuni neraka."

(QS. Al-Baqarah: 39)

Inilah akhir jalan kesesatan:

  • penyesalan,
  • kerugian,
  • dan azab Allah.

Pondasi Kedua Jalan: Dua Kalimat Syahadat

Perbedaan paling mendasar antara jalan Islam dan jalan kesesatan terletak pada dua kalimat syahadat.

Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah

Seluruh nabi memulai dakwah mereka dari kalimat tauhid.

Allah berfirman:

"Dan sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyerukan: sembahlah Allah dan jauhilah thaghut."

(QS. An-Nahl: 36)


Mengapa Syahadat Harus Menjadi Prioritas?

Banyak umat Islam hari ini sibuk membahas:

  • politik,
  • ekonomi,
  • organisasi,
  • perbedaan mazhab,
  • dan berbagai cabang agama.

Namun sering melupakan pondasi yang dibangun Rasulullah ﷺ selama 13 tahun di Makkah, yaitu tauhid dan syahadat.

menjelaskan bahwa seluruh dakwah para nabi berporos pada tauhid sebelum hukum-hukum lainnya.

Rujukan:


Penutup

Jalan kanan adalah jalan Islam:

  • tauhid,
  • sunnah,
  • ketaatan,
  • akhlak mulia,
  • dan keselamatan.

Jalan kiri adalah jalan kesesatan:

  • syirik,
  • hawa nafsu,
  • meninggalkan petunjuk Allah,
  • dan kerugian akhirat.

Maka pertanyaan terbesar dalam hidup bukanlah berapa banyak harta yang kita miliki, tetapi:

Di jalan manakah kita sedang berjalan hari ini?

"Dan bahwa inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya."

(QS. Al-An'am: 153)

Baca Juga

Komentar

Peluang pahala lainnya

Program Thepos Gratis

Form Program Thepos Pro