Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh
"Barang siapa yang memberi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah akan mengharamkan api Neraka baginya." (HR. Bukhari) "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Qs.Maryam, [19:36]
Silaturahmi adalah salah satu ajaran Islam yang sangat ditekankan. Menghubungkan dan menjalin silaturahmi dengan saudara yang memiliki pertalian darah atau keturunan adalah bagian dari kewajiban seorang Muslim. Tidak hanya sekadar anjuran, menjaga hubungan kekerabatan memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, menyepelekan atau menyia-nyiakan silaturahmi memiliki dampak buruk, bahkan termasuk dosa besar dalam Islam.
Allah SWT dan Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya menjaga silaturahmi. Bahkan, silaturahmi menjadi sebab utama diperpanjangnya umur dan dilapangkannya rezeki.
Allah SWT berfirman:
"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
(QS. An-Nisa: 1)
Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan kekerabatan adalah bagian dari ketakwaan kepada Allah.
Allah juga memperingatkan ancaman bagi mereka yang memutus tali silaturahmi:
"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa, kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah, lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya."
(QS. Muhammad: 22-23)
Memutus tali silaturahmi bukan hanya sekadar dosa, tetapi mendatangkan laknat dari Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Silaturahmi itu menggantung di ‘Arsy, ia berkata: Barang siapa menyambungku, maka Allah akan menyambung (rahmat-Nya) kepadanya. Dan barang siapa memutuskanku, maka Allah akan memutus (rahmat-Nya) darinya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits-hadits ini, kita bisa memahami bahwa silaturahmi memiliki dampak besar terhadap kehidupan seseorang:
Silaturahmi bukan hanya sekadar berkunjung atau saling menghubungi, tetapi juga mencakup beberapa aspek berikut:
Menghubungkan hubungan baik dengan orang tua, saudara kandung, paman, bibi, sepupu, dan kerabat lainnya adalah yang paling utama. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Ibu jari tangan kanan adalah orang tua, sedangkan jari-jari lainnya adalah saudara-saudara. Jika ibu jari terputus, maka jari-jari lainnya tidak bisa berfungsi dengan baik."
(HR. Ibnu Hibban)
Ini menggambarkan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam kehidupan seseorang.
Walaupun seseorang memiliki kerabat yang jauh, Islam tetap menganjurkan untuk tetap menjaga hubungan dengan mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan:
Silaturahmi tidak hanya dalam bentuk komunikasi, tetapi juga dengan saling membantu dalam kebaikan. Islam mengajarkan bahwa membantu saudara yang membutuhkan adalah bentuk menjaga hubungan kekeluargaan yang dicintai Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang meringankan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya di akhirat."
(HR. Muslim)
Sebaliknya, Islam sangat mengecam orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan, baik karena dendam, iri hati, atau kesombongan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa memutus hubungan kekerabatan, sehingga dapat menghalangi seseorang masuk surga.
Orang yang memutus tali silaturahmi akan dijauhkan dari rahmat Allah dan doanya tidak akan dikabulkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan."
(HR. Ahmad)
Sebagaimana dalam QS. Muhammad: 22-23, orang yang memutus silaturahmi mendapatkan laknat dan dijauhkan dari hidayah Allah.
Agar hubungan silaturahmi tetap terjaga, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Oleh karena itu, setiap Muslim harus menjalankan silaturahmi dengan baik, menguatkan hubungan kekeluargaan, dan menghindari segala hal yang dapat merusaknya.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Komentar
Posting Komentar