Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh
"Barang siapa yang memberi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah akan mengharamkan api Neraka baginya." (HR. Bukhari) "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Qs.Maryam, [19:36]
Islam adalah agama yang dibangun di atas pondasi dua kalimat syahadat. Setiap orang yang ingin masuk Islam harus terlebih dahulu mengucapkan syahadat dengan benar, memahami maknanya, dan mengamalkannya dalam kehidupan.
Begitu pula dengan para sahabat Rasulullah ﷺ. Keislaman mereka selalu dimulai dengan dua kalimat syahadat, yaitu:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً رسول الله
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah mengucapkannya, maka darah dan harta mereka terlindungi dariku kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka ada pada Allah." (HR. Bukhari no. 25, Muslim no. 22)
Hadis ini menunjukkan bahwa keislaman seseorang tidak sah tanpa mengucapkan dua kalimat syahadat dengan benar.
Setiap sahabat yang masuk Islam selalu memulai keislamannya dengan mengucapkan syahadat. Berikut adalah beberapa kisah sahabat yang masuk Islam dengan mengikrarkan syahadat:
Abu Bakar adalah sahabat pertama yang masuk Islam dari kalangan pria dewasa. Ketika Rasulullah ﷺ mengajaknya masuk Islam, ia langsung menerima tanpa ragu dan mengucapkan syahadat.
Dalil:
Ibnu Ishaq meriwayatkan dalam Sirah Nabawiyah:
"Abu Bakar berkata, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa engkau (Muhammad) adalah utusan Allah.’ Maka dengan itu, Abu Bakar pun masuk Islam." (Sirah Ibnu Ishaq, hlm. 117)
Umar bin Khattab awalnya sangat menentang Islam, tetapi setelah membaca ayat-ayat Al-Qur'an, hatinya terbuka dan ia pun pergi menemui Rasulullah ﷺ.
Ketika ia sampai di rumah Rasulullah ﷺ, ia langsung mengucapkan syahadat:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah." (Sirah Ibnu Hisyam, 1/342)
Setelah mengucapkan syahadat, Umar menjadi pembela Islam yang tangguh.
Hamzah masuk Islam setelah mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ dihina oleh Abu Jahal. Ia langsung datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah." (Sirah Ibnu Hisyam, 1/291)
Salman Al-Farisi adalah seorang pencari kebenaran. Ia akhirnya bertemu Rasulullah ﷺ dan berkata:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah." (Sirah Ibnu Ishaq, hlm. 122)
Dari kisah para sahabat, kita memahami bahwa Islam selalu dimulai dengan syahadat. Namun, syahadat bukan sekadar ucapan, tetapi harus memenuhi syarat dan rukunnya agar diterima oleh Allah:
Dalil:
"Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, maka ia masuk surga." (HR. Muslim no. 26)
Syahadat yang benar harus diikuti dengan komitmen dalam menjalankan Islam secara kaffah (menyeluruh), sebagaimana para sahabat yang setelah bersyahadat, mereka langsung berhijrah dari sistem kufur, membela Islam, dan berjuang di jalan Allah.
Semoga kita semua diberikan keteguhan dalam memegang syahadat yang benar dan menjalankan Islam sebagaimana para sahabat Rasulullah ﷺ.
Komentar
Posting Komentar