Saat Seorang Muslim Menginjak Akil Baligh
"Barang siapa yang memberi kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Allah akan mengharamkan api Neraka baginya." (HR. Bukhari) "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Qs.Maryam, [19:36]
Bagaimana beriman kepada Syahadat dengan Benar Sesuai Dengan Yang di Dakwahkan Rasul saw
Berdakwah untuk mengajak keluarga dan masyarakat agar beriman dengan benar kepada dua kalimat syahadat harus mengikuti metode Rasulullah ﷺ yang dijelaskan oleh para ulama. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Sebelum berdakwah, kita harus memahami makna syahadat dan konsekuensinya. Syahadat bukan hanya ucapan, tetapi keyakinan dan komitmen total untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka Allah akan mengharamkan dirinya dari neraka." (HR. Bukhari no. 128, Muslim no. 32)
Para ulama seperti Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ Al-‘Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa syahadat harus memenuhi syarat-syaratnya agar diterima oleh Allah, yaitu:
Jika seseorang mengucapkan syahadat tetapi tidak memenuhi syaratnya, maka syahadatnya tidak sah.
Rasulullah ﷺ memulai dakwahnya dengan tauhid, yaitu menanamkan pemahaman bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan hukum-Nya wajib diterapkan.
Dalil:
"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)
Cara dakwah:
Rasulullah ﷺ berhasil mengajak keluarga dan sahabat masuk Islam karena akhlaknya yang mulia.
Dalil:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21)
Cara dakwah:
Banyak orang lebih mudah menerima Islam melalui kisah-kisah nyata. Rasulullah ﷺ juga sering berdakwah dengan kisah para nabi dan umat terdahulu.
Dalil:
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal." (QS. Yusuf: 111)
Cara dakwah:
Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan syahadat, tetapi juga memperingatkan bahaya sistem kufur dan syirik.
Dalil:
"Barang siapa yang berkata ‘La ilaha illallah’ dan mengingkari segala sesembahan selain Allah, maka hartanya dan darahnya terjaga, sedangkan perhitungannya ada pada Allah." (HR. Muslim no. 23)
Ulama seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitab Tauhid menegaskan bahwa syahadat tidak akan diterima jika seseorang masih mendukung sistem kufur seperti demokrasi, kapitalisme, dan sekularisme.
Cara dakwah:
Seorang Muslim tidak boleh sendirian dalam menjalankan Islam. Wajib berjamaah dalam perjuangan Islam.
Dalil:
"Barang siapa yang mati tanpa baiat kepada imam (pemimpin Islam), maka ia mati dalam keadaan jahiliyah." (HR. Muslim no. 1851)
Para ulama seperti Ibnu Taymiyyah dalam As-Siyasah Asy-Syar’iyyah menegaskan bahwa umat Islam harus bersatu dalam satu kepemimpinan Islam (khilafah), bukan bercerai-berai di bawah sistem kufur.
Cara dakwah:
Sebagai manusia, kita hanya bisa berdakwah, tetapi hidayah tetap di tangan Allah. Oleh karena itu, doa adalah senjata utama dalam mengajak keluarga kepada Islam yang benar.
Dalil:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada siapa yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Qasas: 56)
Cara dakwah:
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus berdakwah dan membimbing keluarga kita ke jalan Islam yang benar. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar