Cara Berdakwah agar Istri, Anak, Kerabat, Orang Tua, dan Semua Orang Beriman kepada Syahadat dengan Benar
Bagaimana beriman kepada Syahadat dengan Benar Sesuai Dengan Yang di Dakwahkan Rasul saw
Berdakwah untuk mengajak keluarga dan masyarakat agar beriman dengan benar kepada dua kalimat syahadat harus mengikuti metode Rasulullah ﷺ yang dijelaskan oleh para ulama. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Memahami Hakikat Syahadat secara Benar
Sebelum berdakwah, kita harus memahami makna syahadat dan konsekuensinya. Syahadat bukan hanya ucapan, tetapi keyakinan dan komitmen total untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam.
Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari hatinya, maka Allah akan mengharamkan dirinya dari neraka." (HR. Bukhari no. 128, Muslim no. 32)
Para ulama seperti Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ Al-‘Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa syahadat harus memenuhi syarat-syaratnya agar diterima oleh Allah, yaitu:
- Ilmu (memahami maknanya)
- Yakin (tidak ada keraguan)
- Ikhlas (tanpa syirik)
- Benar (jujur dalam keyakinan)
- Cinta (mencintai Islam dan syariatnya)
- Tunduk (menjalankan hukum Islam)
- Menerima (tidak menolak ajaran Islam)
Jika seseorang mengucapkan syahadat tetapi tidak memenuhi syaratnya, maka syahadatnya tidak sah.
2. Berdakwah kepada Keluarga dengan Hikmah dan Kasih Sayang
a) Mengajarkan Tauhid dari Dasarnya
Rasulullah ﷺ memulai dakwahnya dengan tauhid, yaitu menanamkan pemahaman bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah dan hukum-Nya wajib diterapkan.
Dalil:
"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar." (QS. Luqman: 13)
Cara dakwah:
- Gunakan logika sederhana: Contoh, ajarkan bahwa manusia tidak boleh mengikuti hukum selain hukum Allah.
- Ajarkan doa dan ibadah yang benar, karena banyak orang hanya ikut-ikutan tanpa ilmu.
b) Berdakwah dengan Teladan yang Baik (Uswah Hasanah)
Rasulullah ﷺ berhasil mengajak keluarga dan sahabat masuk Islam karena akhlaknya yang mulia.
Dalil:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab: 21)
Cara dakwah:
- Tunjukkan Islam dalam perilaku di rumah (sabar, jujur, disiplin).
- Jangan memaksa, tetapi beri pemahaman bertahap.
c) Menggunakan Perumpamaan dan Kisah Inspiratif
Banyak orang lebih mudah menerima Islam melalui kisah-kisah nyata. Rasulullah ﷺ juga sering berdakwah dengan kisah para nabi dan umat terdahulu.
Dalil:
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal." (QS. Yusuf: 111)
Cara dakwah:
- Ceritakan kisah sahabat yang masuk Islam setelah memahami tauhid.
- Gunakan contoh azab bagi orang yang menolak syahadat, seperti kisah Fir’aun.
3. Membantu Mereka Meninggalkan Sistem Kufur dan Syirik
a) Mengajarkan Bahaya Syirik dan Sistem Kufur
Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan syahadat, tetapi juga memperingatkan bahaya sistem kufur dan syirik.
Dalil:
"Barang siapa yang berkata ‘La ilaha illallah’ dan mengingkari segala sesembahan selain Allah, maka hartanya dan darahnya terjaga, sedangkan perhitungannya ada pada Allah." (HR. Muslim no. 23)
Ulama seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam Kitab Tauhid menegaskan bahwa syahadat tidak akan diterima jika seseorang masih mendukung sistem kufur seperti demokrasi, kapitalisme, dan sekularisme.
Cara dakwah:
- Jelaskan bahwa Islam harus diterapkan dalam kehidupan, bukan hanya di masjid.
- Tunjukkan perbedaan antara hukum Islam dan hukum buatan manusia.
b) Mengajak Mereka Bergabung dengan Jamaah yang Berjuang Menerapkan Islam Secara Kaffah
Seorang Muslim tidak boleh sendirian dalam menjalankan Islam. Wajib berjamaah dalam perjuangan Islam.
Dalil:
"Barang siapa yang mati tanpa baiat kepada imam (pemimpin Islam), maka ia mati dalam keadaan jahiliyah." (HR. Muslim no. 1851)
Para ulama seperti Ibnu Taymiyyah dalam As-Siyasah Asy-Syar’iyyah menegaskan bahwa umat Islam harus bersatu dalam satu kepemimpinan Islam (khilafah), bukan bercerai-berai di bawah sistem kufur.
Cara dakwah:
- Ajak keluarga untuk bergabung dengan jamaah dakwah yang menyerukan penerapan Islam kaffah.
- Berikan pemahaman bahwa umat Islam tidak akan berjaya tanpa sistem Islam.
4. Mendoakan dan Memohon Hidayah untuk Keluarga
Sebagai manusia, kita hanya bisa berdakwah, tetapi hidayah tetap di tangan Allah. Oleh karena itu, doa adalah senjata utama dalam mengajak keluarga kepada Islam yang benar.
Dalil:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada siapa yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Qasas: 56)
Cara dakwah:
- Banyak berdoa agar Allah membuka hati mereka.
- Jangan mudah menyerah, teruslah berdakwah dengan kasih sayang.
Kesimpulan
- Dakwah kepada keluarga harus mengikuti metode Rasulullah ﷺ, yaitu dengan ilmu, hikmah, keteladanan, dan kesabaran.
- Syahadat harus diajarkan dengan benar, beserta syarat dan konsekuensinya.
- Keluarga harus dibantu agar meninggalkan sistem kufur dan berjuang menegakkan Islam secara kaffah.
- Doa adalah bagian penting dalam dakwah agar Allah memberikan hidayah kepada mereka.
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus berdakwah dan membimbing keluarga kita ke jalan Islam yang benar. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar